Memeriksa Secara Langsung Proses Pemindahbukuan Dana Bantuan
Memeriksa Secara Langsung Proses Pemindahbukuan Dana
Bantuan
Kelola
Kelola
Kelola
Kelola
Kelola
Kelola
Dari Lombok Tengah, siang ini, saya menuju Kabupaten Sumbawa Barat dengan
helikopter Super Puma. Saya ingin memeriksa secara langsung proses
pemindahbukuan dana bantuan bagi masyarakat terdampak gempa.
Ternyata benar. Buku tabungan itu sudah
gampang diuangkan. Memang pencairannya tetap melalui prosedur yang sudah
disederhanakan, mengingat bantuan dana pemerintah harus dipertanggungjawabkan.
Ini menyangkut uang negara.
Jangan lupa, yang
rusak akibat gempa di NTB ini tidak hanya rumah. Ada 830 sekolah, 334 rumah
ibadah, 61 rumah sakit dan puskesmas, dan 12 pasar. Jadi, masih banyak yang
harus kita kerjakan.
Komentar - Komentar Cerdas
Hady Chesta Pencitraan yg ditunjukkan dengan kerja keras ikhlas dan tanpa mengenal lelah itu lebih baik. Dari pada cuma bicara tanpa karya, bahkan nyinyir, caci sampai fitnah ditebar buat seolah rezim ini yg terlihat hanya kejelekannya..
Sehat selalu pak presiden, semoga Indonesia kita lebih baik 🙏
Sehat selalu pak presiden, semoga Indonesia kita lebih baik 🙏
Niluh Santi PutRi KaRi Suka atau tdak suka janganlah menghujat orang.
Kalian suka atau tdk beliau ttp presiden kita.
Kalau tdk suka cukup disimpan dlm hati saja. …
Kalian suka atau tdk beliau ttp presiden kita.
Kalau tdk suka cukup disimpan dlm hati saja. …
Ade Ndrn jokowi itu merakyat, jujur, gak korupsi, gak nepotisme, pembangunan merata
kh maruf amin ulama nu dengan visi islam moderat yaitu tidak radikal dan tidak liberal jaya nu jayanya indonesia raya
no 2 jenderal pecatan n pengusaha kardusss …Lihat Lainnya
kh maruf amin ulama nu dengan visi islam moderat yaitu tidak radikal dan tidak liberal jaya nu jayanya indonesia raya
no 2 jenderal pecatan n pengusaha kardusss …Lihat Lainnya
Mas Shoo Sing ora seneng karo pakde Jokowi..reneo bls i komenku....kowe arep ngomong gantio Presiden ping sewidak njaran...yen nalarmu iseh seneng ngece lan ngredahno penduwuran,lan koe ora glm nyambut gawe ....uripmu yo bakal mlarat trus...bukan karena presiden...nyatane aku kat jaman habibi teko saiki yo kuli..ae yo ra mugah2..ning yo ttep tak syukuri..gusti allah kang luwih moho segalane.....dadi orasah crigis ganti presiden..ganti presiden
#sing wes Nyoto
#ayo di terusno
salam 2 periode..pakde
#sing wes Nyoto
#ayo di terusno
salam 2 periode..pakde
Roi Suroto NYALI TIDAK IDENTIK dengan pangkat ataupun postur seseorang. Situ boleh saja jenderal dengan badan yang tinggi besar, tapi nyalimu belum tentu sebesar Jokowi yang cungkring.
Ingat insiden Natuna dan klaim Cina atas laut Natuna sebagai wilayah pelayaran tradisional mereka? Jokowi langsung menjawabnya dengan berdiri di atas kapal perang Imam Bonjol dan berpatroli di perairan yang kaya dengan ikan tersebut.
Apakah gertak serupa pernah ditunjukkan Jenderal SBY maupun Jenderal Soeharto saat mereka berkuasa? Ketika hasil laut Indonesia dijarah oleh nelayan Cina dan negara jiran lainnya? Tidak. Selama sepuluh tahun berkuasa, saya belum pernah mendengar kedua Jenderal tersebut meributkan hasil laut kita yang nyaris habis ditangkapi secara ilegal oleh nelayan asing.
Selain Cina, Amerika pun pernah keok berhadapan dengan nyali Jokowi. Dalam sebuah perundingan yang pelik dan panjang, Freeport perusahaan tambang Amerika, mengancam mengadukan Indonesia ke pengadilan internasional. Jokowi tak begeming. Dia tak memberi pilihan selain Freeport setuju melepas sahamnya sebesar 51% kepada pemerintah.
Pernahkah nyali serupa sebelumnya ditunjukkan oleh dua Presiden yang juga mantan Jenderal? Lagi-lagi tidak. Selama 32 tahun dan dua periode pemerintahan dua mantan Jenderal, Indonesia hanya kebagian 9% saham. Sementara freeport menguasai 91% hasil tambang emas terbesar di dunia yang mereka gali dari bumi Indonesia.
Ini hanya dua contoh keberanian Jokowi dalam menghadapi dua negara adikuasa. Di dalam negeri pun Presiden kerempeng ini sering menunjukkan langkah-langkah yang berani. Ingat saat jutaan massa Islam radikal menggelar besar demo di Monas, dan menuntut Jokowi turun jika Ahok tidak segera ditangkap? Tanpa takut pada risiko terburuk yang bisa saja terjadi di tengah kemarahan massa, belio dengan tenang melangkah ke pusat kerumunan dan ikut shalat bersama mereka. Sepertinya nyalinya sudah dia kunci untuk tidak jiper pada risiko apapun.
Terhadap mantan Presiden dan pejabat tinggi negara yang masih punya pengaruh pun Jokowi tak memperlihatkan rasa takut. Padahal bisa saja mereka marah dan sakit hati karena sumber keuangan dan kepentingan mereka terganggu. Tak lama setelah dilantik sebagai Presiden, dia langsung membubarkan Petral, tempat kongkownya mafia migas, serta memburu bandit-bandit ekonomi yang mengusai impor berbagai bahan kebutuhan pokok.
Dalam penegakan hukum pun Jokowi tidak pandang bulu. Di bawah pemerintahannya KPK menangkap Ketua DPR Setya Novanto yang terlibat kasus korupsi e-ktp, Gubernur Banten, puluhan Walikota, dan Bupati yang terlibat kasus suap dan korupsi. Serta menetapkan imam besar umat Islam radikal sebagai tersangka kasus pornografi.
Padahal sangat mungkin semua kekuatan ini bersatu, termasuk DPR yang sudah berubah jadi kantor oposisi, dan negara asing yang ingin Indonesia kembali seperti semula, berkolaborasi untuk menjatuhkan belio. Namun lagi-lagi tampaknya nyalinya sudah dia kunci dan kuncinya dia buang ke laut dalam.
Dengan contoh keberanian dan kepemimpinan yang dia tunjukkan, serta pembangunan infrastruktur yang dia genjot di seluruh provinsi sebagai wujud pemerataan ekonomi dan keadilan sosial bagi seluruh anak bangsa, saya kira hanya makhluk Indonesia jadi-jadian yang tidak mau memilih Jokowi kembali menjadi Presiden.
Ingat insiden Natuna dan klaim Cina atas laut Natuna sebagai wilayah pelayaran tradisional mereka? Jokowi langsung menjawabnya dengan berdiri di atas kapal perang Imam Bonjol dan berpatroli di perairan yang kaya dengan ikan tersebut.
Apakah gertak serupa pernah ditunjukkan Jenderal SBY maupun Jenderal Soeharto saat mereka berkuasa? Ketika hasil laut Indonesia dijarah oleh nelayan Cina dan negara jiran lainnya? Tidak. Selama sepuluh tahun berkuasa, saya belum pernah mendengar kedua Jenderal tersebut meributkan hasil laut kita yang nyaris habis ditangkapi secara ilegal oleh nelayan asing.
Selain Cina, Amerika pun pernah keok berhadapan dengan nyali Jokowi. Dalam sebuah perundingan yang pelik dan panjang, Freeport perusahaan tambang Amerika, mengancam mengadukan Indonesia ke pengadilan internasional. Jokowi tak begeming. Dia tak memberi pilihan selain Freeport setuju melepas sahamnya sebesar 51% kepada pemerintah.
Pernahkah nyali serupa sebelumnya ditunjukkan oleh dua Presiden yang juga mantan Jenderal? Lagi-lagi tidak. Selama 32 tahun dan dua periode pemerintahan dua mantan Jenderal, Indonesia hanya kebagian 9% saham. Sementara freeport menguasai 91% hasil tambang emas terbesar di dunia yang mereka gali dari bumi Indonesia.
Ini hanya dua contoh keberanian Jokowi dalam menghadapi dua negara adikuasa. Di dalam negeri pun Presiden kerempeng ini sering menunjukkan langkah-langkah yang berani. Ingat saat jutaan massa Islam radikal menggelar besar demo di Monas, dan menuntut Jokowi turun jika Ahok tidak segera ditangkap? Tanpa takut pada risiko terburuk yang bisa saja terjadi di tengah kemarahan massa, belio dengan tenang melangkah ke pusat kerumunan dan ikut shalat bersama mereka. Sepertinya nyalinya sudah dia kunci untuk tidak jiper pada risiko apapun.
Terhadap mantan Presiden dan pejabat tinggi negara yang masih punya pengaruh pun Jokowi tak memperlihatkan rasa takut. Padahal bisa saja mereka marah dan sakit hati karena sumber keuangan dan kepentingan mereka terganggu. Tak lama setelah dilantik sebagai Presiden, dia langsung membubarkan Petral, tempat kongkownya mafia migas, serta memburu bandit-bandit ekonomi yang mengusai impor berbagai bahan kebutuhan pokok.
Dalam penegakan hukum pun Jokowi tidak pandang bulu. Di bawah pemerintahannya KPK menangkap Ketua DPR Setya Novanto yang terlibat kasus korupsi e-ktp, Gubernur Banten, puluhan Walikota, dan Bupati yang terlibat kasus suap dan korupsi. Serta menetapkan imam besar umat Islam radikal sebagai tersangka kasus pornografi.
Padahal sangat mungkin semua kekuatan ini bersatu, termasuk DPR yang sudah berubah jadi kantor oposisi, dan negara asing yang ingin Indonesia kembali seperti semula, berkolaborasi untuk menjatuhkan belio. Namun lagi-lagi tampaknya nyalinya sudah dia kunci dan kuncinya dia buang ke laut dalam.
Dengan contoh keberanian dan kepemimpinan yang dia tunjukkan, serta pembangunan infrastruktur yang dia genjot di seluruh provinsi sebagai wujud pemerataan ekonomi dan keadilan sosial bagi seluruh anak bangsa, saya kira hanya makhluk Indonesia jadi-jadian yang tidak mau memilih Jokowi kembali menjadi Presiden.
Wahyuni SaadTullah Saya hanya bisa melihat pak De dari jauh tadi siang ketika pak De berada di Taliwang Sumbawa barat, rasanya ingin foto bersama Tpi melihat situasi begitu ramai langsung berkecil hati (dan tidak bisa foto bersama) semoga BPK dan ibu sehat selalu agar ke depan BPK masih di percaya dan tetap bisa menjadi presiden
Fyo Kasenda Sebagai pendukung pak Jokowi, kita harus menjadi orang yang sabar dan jangan gampang termakan isu-isu profokatif... ada sebagian pendukung Pak Jokowi yg "imannya" mulai goyah dan mulai mempertanyakan ketegasan pak Jokowi terhadapa radikalisme yg dimana…Lihat Lainnya
Dhanie Ramdani Gua kalau liat halaman FB pak Jokowi
Adminnya ga pernah nanggepin omongan orang penyinyir kalem ga di tanggapin sama kaya pakde ga pernah Nanggapin orang zolim
Ehhh giliran gua masuk halaman FB Prabowo di kritik sedikit aja langsung beringas adminnya nyerocos cobain deh wkwkwk
Adminnya ga pernah nanggepin omongan orang penyinyir kalem ga di tanggapin sama kaya pakde ga pernah Nanggapin orang zolim
Ehhh giliran gua masuk halaman FB Prabowo di kritik sedikit aja langsung beringas adminnya nyerocos cobain deh wkwkwk














