Proyek Pembangunan Pelabuhan Patimban
Friday, November 29, 2019
Edit
Proyek
Pembangunan Pelabuhan Patimban Saya sedang di Subang, Jawa Barat, meninjau
perkembangan proyek pembangunan Pelabuhan Patimban, pelabuhan besar yang
direncanakan khusus untuk ekspor mobil dan produksi otomotif. Ini pelabuhan
raksasa, terbesar kedua setelah Tanjung Priok di Jakarta.
Luas area Pelabuhan Patimban secara
keseluruhan mencapai 654 hektare, 300 hektare di antaranya untuk peti kemas dan
terminal kendaraan. Kapasitas pelabuhannya 7,5 juta TEUS. Tidak heran
investasinya pun besar: tahap pertama kurang lebih Rp29 triliun. Bahkan sampai
nanti selesai di tahun 2027 investasinya bisa mencapai Rp50 triliun.
Secara
khusus saya ingin pelabuhan ini mendukung Indonesia menjadi hub besar produksi
otomotif. Ekspor otomotif dari kawasan ke Australia, New Zealand, atau
negara-negara ASEAN kalau bisa semuanya berangkat dari Pelabuhan Patimban.
Sejauh ini, pembangunan Pelabuhan
Patimban sesuai dengan yang kita harapkan. Akses jalan non-tol sudah hampir
selesai. Tinggal membangun jalan tol sepanjang 37 kilometer dari tol Cipali
menuju ke sini.
Seusai
mengunjungi proyek Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, sore ini, saya
meninjau jalan aksesnya.
Jalan non-tol itu berada di Desa
Kotasari, Kecamatan Pusakanagara. Panjangnya 8,2 kilometer, 7,5 kilometer di
antaranya berupa jalan layang.
Dibangun sejak Oktober 2018, jalan akses
Pelabuhan Patimban diperkirakan selesai bulan Juni 2020 dengan biaya sebesar
Rp1,12 triliun.
Jalan
akses ke Pelabuhan Patimban kian lengkap apabila jalan tol 37 kilometer dari
tol Cipali juga sudah dibangun.
Kata Bijak Presiden:“Nasionalisme yang sejati, nasionalismenya itu bukan semata-mata copy atas tiruan dari Nasionalisme Barat, akan tetapi timbul dari rasa cinta akan manusia dan kemanusiaan.”–Ir. Soekarno, Presiden Republik Indonesia Pertama--

