Proyek Pembangunan Pelabuhan Patimban


Proyek Pembangunan Pelabuhan Patimban Saya sedang di Subang, Jawa Barat, meninjau perkembangan proyek pembangunan Pelabuhan Patimban, pelabuhan besar yang direncanakan khusus untuk ekspor mobil dan produksi otomotif. Ini pelabuhan raksasa, terbesar kedua setelah Tanjung Priok di Jakarta.
Luas area Pelabuhan Patimban secara keseluruhan mencapai 654 hektare, 300 hektare di antaranya untuk peti kemas dan terminal kendaraan. Kapasitas pelabuhannya 7,5 juta TEUS. Tidak heran investasinya pun besar: tahap pertama kurang lebih Rp29 triliun. Bahkan sampai nanti selesai di tahun 2027 investasinya bisa mencapai Rp50 triliun.
Secara khusus saya ingin pelabuhan ini mendukung Indonesia menjadi hub besar produksi otomotif. Ekspor otomotif dari kawasan ke Australia, New Zealand, atau negara-negara ASEAN kalau bisa semuanya berangkat dari Pelabuhan Patimban.

Sejauh ini, pembangunan Pelabuhan Patimban sesuai dengan yang kita harapkan. Akses jalan non-tol sudah hampir selesai. Tinggal membangun jalan tol sepanjang 37 kilometer dari tol Cipali menuju ke sini.

Seusai mengunjungi proyek Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, sore ini, saya meninjau jalan aksesnya.


Jalan non-tol itu berada di Desa Kotasari, Kecamatan Pusakanagara. Panjangnya 8,2 kilometer, 7,5 kilometer di antaranya berupa jalan layang.
Dibangun sejak Oktober 2018, jalan akses Pelabuhan Patimban diperkirakan selesai bulan Juni 2020 dengan biaya sebesar Rp1,12 triliun.

Jalan akses ke Pelabuhan Patimban kian lengkap apabila jalan tol 37 kilometer dari tol Cipali juga sudah dibangun.


Kata Bijak Presiden:“Nasionalisme yang sejati, nasionalismenya itu bukan semata-mata copy atas tiruan dari Nasionalisme Barat, akan tetapi timbul dari rasa cinta akan manusia dan kemanusiaan.”Ir. Soekarno, Presiden Republik Indonesia Pertama--

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel