Industrialisasi Dari Sumber Daya Alam Kita
Thursday, November 28, 2019
Edit
Industrialisasi Dari Sumber Daya Alam Kita
Berpuluh tahun lamanya defisit transaksi
berjalan tidak pernah bisa kita selesaikan. Ekspor kita bergantung pada
komoditas mentah. Kemudian impor yang besar atas energi, terutama minyak dan
gas, barang-barang modal dan bahan baku. Karena itu, ke depan, kita memiliki
agenda besar yaitu meningkatkan ekspor dan produk substitusi impor.
Apa
yang akan kita lakukan? Hanya satu: hilirisasi. Industrialisasi dari sumber
daya alam kita. Kita tidak mau lagi yang impor bahan mentah dan ekspor material bahan baku.
Misalnya, nikel. Indonesia memiliki cadangan nikel
terbesar di dunia. Nomor satu di dunia. Jadi, kita hentikan ekspor nikel,
selain yang sudah berupa barang-barang setengah jadi atau bahan jadi, yang
memiliki nilai tambah yang besar. Bahkan dua atau tiga tahun lagi, turunan dari
nikel ini bisa berupa lithium baterai.
Begitu
juga batu bara. Kenapa batubara ini kita ekspor dalam bentuk mentah? Padahal
batu bara bisa jadi polypropylene untuk bahan-bahan baju dan lain-lain. LPG
kita impor padahal bisa dibuat dari batu bara kalori rendah.
Dan
sebagainya, termasuk bauksit, cobalt, mangan, sampai CPO. Hilirisasi industri
ini saya targetkan selesai dalam tiga tahun.
![]() |
| Apa yang akan kita lakukan? Hanya satu: hilirisasi. |

