Industrialisasi Dari Sumber Daya Alam Kita

Industrialisasi Dari Sumber Daya Alam Kita
Berpuluh tahun lamanya defisit transaksi berjalan tidak pernah bisa kita selesaikan. Ekspor kita bergantung pada komoditas mentah. Kemudian impor yang besar atas energi, terutama minyak dan gas, barang-barang modal dan bahan baku. Karena itu, ke depan, kita memiliki agenda besar yaitu meningkatkan ekspor dan produk substitusi impor.
Apa yang akan kita lakukan? Hanya satu: hilirisasi. Industrialisasi dari sumber daya alam kita. Kita tidak mau lagi yang impor bahan mentah dan ekspor material bahan baku.
Misalnya, nikel. Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia. Nomor satu di dunia. Jadi, kita hentikan ekspor nikel, selain yang sudah berupa barang-barang setengah jadi atau bahan jadi, yang memiliki nilai tambah yang besar. Bahkan dua atau tiga tahun lagi, turunan dari nikel ini bisa berupa lithium baterai.
Begitu juga batu bara. Kenapa batubara ini kita ekspor dalam bentuk mentah? Padahal batu bara bisa jadi polypropylene untuk bahan-bahan baju dan lain-lain. LPG kita impor padahal bisa dibuat dari batu bara kalori rendah.
Dan sebagainya, termasuk bauksit, cobalt, mangan, sampai CPO. Hilirisasi industri ini saya targetkan selesai dalam tiga tahun.
Apa yang akan kita lakukan? Hanya satu: hilirisasi.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel