Mengunjungi Desa Budaya Gamcheon Culture Village
Monday, November 25, 2019
Edit
Mengunjungi Desa Budaya Gamcheon Culture Village Desa Gamcheon tadinya adalah kampung yang kumuh di
Busan, Korea Selatan. Sudah kumuh, lokasinya pun sulit: di lereng gunung yang
curam. Sampai kemudian desa ini berbenah, ditata, diberdayakan.
Jadilah Gamcheon Culture Village sebagai
salah satu tujuan wisata yang ramai, bahkan dikenal dengan sebutan “Machu
Picchu-nya Busan”.
Mengisi hari Minggu di Busan, saya
mengunjungi desa budaya Gamcheon selepas siang tadi. Luar biasa. Rumah-rumah
yang dicat berwarna-warni, dinding-dindingnya dihiasi beragam karya seni
seperti mural. Jalan-jalan dan lorongnya yang sempit dipenuhi toko cenderamata,
galeri seni, dan tempat makan.
![]() |
| Desa Budaya Gamcheon Culture Village |
Dari
sebuah kafe di ketinggian, saya dan Ibu Negara menikmati pemandangan atap-atap
bangunan yang seolah bertumpuk seraya menikmati makanan khas Korea Selatan.
Penataan Desa Gamcheon
mengingatkan saya model serupa di Tanah Air seperti yang ada di Klaten,
Yogyakarta, atau di Nglanggeran, Gunung Kidul. Gamcheon bisa menjadi inspirasi
bagi kepala daerah kita, bagi kampung-kampung kita, bagi desa-desa kita, bahwa
yang kumuh pun kalau ditata dengan baik, bisa meningkatkan ekonomi masyarakat.Kata Bijak Para Presiden:“Bagaimana hakekatnya budaya atau cultuur yang didatangkan imperialisme modern itu? Stockvis menyebutnya rakyat katulistiwa yang korat-karit dan diperlakukan tidak semena-mena.”–Ir. Soekarno, Presiden Republik Indonesia Pertama--
