Pengembangan Riset Dan Inovasi Di Tanah Air
Monday, November 25, 2019
Edit
Pengembangan Riset Dan Inovasi Di Tanah Air Hari kedua di Busan, saya bertemu sejumlah peneliti dan ilmuwan asal Indonesia yang kini berada di Korea Selatan. Mereka memiliki beragam latar belakang pendidikan, dari teknik kimia, arsitektur, sistem informasi, mitigasi bencana, hingga kesehatan.
![]() |
| Pertemuan Dengan Peneliti dan Ilmuwan Indonesia |
Mereka menyampaikan gagasan mengenai strategi riset dan inovasi yang lebih efektif dan efisien untuk Indonesia, bukan saja untuk lima tahun, tapi untuk jangka panjang. Misalnya, mereka mengusulkan pembentukan Universitas Riset Indonesia, semacam University of Science & Technology (UST) di Korea Selatan. Juga usulan seperti perlunya percepatan riset dan inovasi di industri, bukan hanya di lingkungan kampus.
Saya senang dapat bertemu para peneliti dan ilmuwan Indonesia di negara ini. Apa yang mereka sampaikan adalah masukan-masukan segar yang bisa menginspirasi pemerintah dalam mengembangkan rumah besar riset Indonesia, Badan Riset dan Inovasi Nasional.
Saya
berpesan agar di Korea Selatan ini, mereka melihat, mengamati, lalu nantinya
kembali ke Tanah Air, membangun negara kita.
Saya menyampaikan soal ini dalam diskusi
dengan para peneliti dan ilmuwan asal Indonesia yang kini berada di Korea
Selatan, dalam pertemuan kami di Busan, hari ini.
Memang,
anggaran riset Indonesia belum sebanyak Korea Selatan yang mencapai 4,62 persen
dari GDP-nya. Akan tetapi, anggaran riset Indonesia sebenarnya sudah banyak
secara nominal. Anggaran tersebut tersebar di beberapa kementerian dan lembaga.
Ada yang Rp800 miliar, ada Rp700 miliar, yang bila digabungkan semuanya, angkanya
mencapai Rp26 triliun setahun.
Jika tak ada aral melintang, di ibu kota
baru nantinya, saya ingin ada sebuah cluster besar untuk riset dan inovasi, di
samping cluster pemerintahan, dan cluster pendidikan yang memuat
universitas-universitas kelas dunia. Jadi, yang dulu anggarannya banyak ke
infrastruktur akan mulai digeser masuk ke riset dan inovasi.
Kata Bijak: “Tuhan tidak merobah nasib suatu bangsa sebelum bangsa itu merobah nasibnya.”–Ir. Soekarno, Presiden Republik Indonesia Pertama--

